Mempromosikan diagnosis dini kanker payudara di Nigeria dengan Know Your (hijau) Lemon

Meskipun angka kejadian kanker payudara terus menurun di banyak belahan dunia, di Nigeria angka tersebut justru terus meningkat. Setiap tahun, Nigeria mencatat angka kematian akibat kanker payudara tertinggi di Afrika, yang diperkirakan mencapai 10.000 kasus, dengan 50% perempuan didiagnosis pada stadium IV, saat penyakit tersebut sudah tidak dapat disembuhkan [1]. Meskipun belum jelas mengapa gejala-gejala tersebut baru muncul pada tahap yang sangat lanjut, tabu, rasa takut, dan rendahnya literasi kesehatan kemungkinan besar menjadi faktor-faktor yang berkontribusi [2].

Tanpa adanya program skrining populasi di Nigeria, kesadaran akan gejala kanker payudara dan pelaporan perubahan yang terjadi menjadi kunci dalam deteksi dini. Bekerja sama dengan Run for a Cure Africa, Nigeria, dan Direktur Eksekutifnya, Ebele Nwankwo, PhD, kami sedang menguji hipotesis kami bahwa dengan memberikan edukasi secara visual, pesan-pesan mengenai gejala akan lebih dikenal luas serta lebih mudah dikenali dan dilaporkan, sehingga dapat mengurangi angka kematian akibat kanker payudara di Lagos.

Pada periode Juni–Agustus 2018, RFACA menyelenggarakan sesi skrining dan edukasi di Lagos yang diikuti oleh 1.061 perempuan dengan menggunakan gambar-gambar Know Your Lemons®. Magnet kulkas dan selebaran dibagikan kepada setiap perempuan yang menghadiri sesi tersebut. Dari survei sebelum dan sesudah sesi, kami memperoleh informasi sebagai berikut:

96% peserta merasa yakin dapat mengenali gejala kanker payudara

98% mengatakan mereka akan pergi ke dokter jika mendeteksi gejala yang mencurigakan

92% akan membagikan gambar lemon tersebut kepada keluarga/teman

Persentase orang yang dapat meraba benjolan kanker meningkat dari27% menjadi 70% (n=427)

Penelitian kami terus berlanjut. Pada magnet kulkas dan selebaran, kami mencantumkan nomor telepon khusus dari Run for a Cure Africa yang dapat dihubungi para wanita jika mereka mendeteksi adanya perubahan pada payudara. Hal ini memungkinkan kami mencatat hasilrujukan pasiendan memantau tahapan diagnosis berdasarkan data awal.

Kami juga sedang menyelidiki alasan-alasan mengapa pasien terlambat memeriksakan diri. Hingga saat ini, kami telah mengetahui bahwa 72% wanita yang disurvei menyatakan tidak ada hal yang akan menghalangi mereka untuk memberitahu dokter mengenai gejala yang mungkin mereka alami. Hanya 17% yang mengatakan kekhawatiran akan mendapatkan diagnosis positif yang akan menghalangi mereka untuk memeriksakan diri, dan 9% mengatakan kekhawatiran akan biaya konsultasi dokter yang terlalu mahal. Namun, ketika ditanya apakah mereka akan menjalani pengobatan jika didiagnosis, 55% menjawab ya. 25% mengatakan biaya akan menghalangi mereka. 11% khawatir tentang perubahan penampilan. Hanya 3% yang percaya bahwa pengobatan tidak akan berhasil. n=427

Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat abstrak kami dari Kongres Kanker Dunia 2018 di Kuala Lumpur.

1. Adisa dkk., 2011; Eke, Ojo, Akaa, Ahachi, Soo, & Adekwu, 2017; Osaro, 2016)

2. Agba dkk., 2012; American Cancer Society, 2011; Cancer Today, 2012; Osaro, 2016; Prevalensi Kanker Payudara, 2015

Mantan
Mantan

NHS Wales mendukung Know Your Lemons berkat kerja keras Dawn Marie Wilson dan Tenovus Cancer Care kami yang "superpatient".

Depan
Depan

FWD Insurance bergabung dengan Worldwide Breast Cancer untuk mengubah gambaran kanker payudara untuk selamanya di Jepang.