Dari Anak Yatim hingga Pendidik - Kisah Brenda Adoyo
Tujuan kami untuk membantu orang-orang mendeteksi kanker payudara pada tahap awal dapat terwujud berkat para pendidik yang menyebarkan materi kami ke seluruh dunia. Salah satu pendidik kami, Brenda Adoyo, menggunakan materi edukasi Know Your Lemons untuk memberikan edukasi tentang kanker payudara kepada penduduk desa dan sekolah-sekolah di Kenya. Inilah kisahnya.
Apa yang memotivasi Anda untuk mengajarkan tentang kanker payudara?
Setelah orang tua saya meninggal, keluarga saya meninggalkan saya dan kedua saudara kandung saya. Kami akhirnya tinggal di panti asuhan (Seeds in His Garden Children’s Home di Kenya) dan mendapat kesempatan untuk bersekolah di Belanda. Dalam perjalanan hidup saya, saya menyadari bahwa pengetahuan dan pendidikan adalah kebebasan. Begitu banyak orang yang telah berkontribusi dan terus berkontribusi dalam hidup saya di sini, di Belanda, sehingga saya memutuskan untuk memberikan kembali kepada masyarakat. Tidak banyak anak laki-laki dan perempuan yang seberuntung saya.
Saya mendirikan sebuah yayasan untuk membantu gadis-gadis muda di desa saya mendapatkan pembalut agar mereka bisa bersekolah. Sebagai seorang gadis yang tumbuh besar di desa, saya tidak punya apa-apa untuk digunakan. Kami menggunakan segala macam benda yang bisa kami dapatkan, seperti daun pisang, potongan kain, kertas, bulu burung, dan sebagainya. Beberapa gadis memutuskan untuk menjadi pekerja seks, yang mengakibatkan peningkatan infeksi HIV, kehamilan remaja, putus sekolah, buta huruf, dan sebagainya. Saya percaya bahwa setiap gadis berhak mendapatkan kesempatan yang adil dalam pendidikan, dan atas dasar itu, saya mendirikan sebuah yayasan untuk mendukung pendidikan bagi anak-anak perempuan dan laki-laki.
Dalam proses mengajarkan kesehatan menstruasi, saya mengetahui bahwa kanker payudara (atau kanker pada umumnya) telah menjadi masalah besar di Kenya. Banyak kasus yang terdiagnosis terlambat, salah diagnosis, dan sebagian orang tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke rumah sakit karena tidak memiliki sumber daya finansial untuk melakukannya. Saya kehilangan bibi saya karena kanker payudara, tetapi saya tidak tahu bahwa dia meninggal karena kanker payudara. Hal ini merupakan tabu, dan membicarakan organ reproduksi juga merupakan tabu. Saya baru mengetahui bahwa bibi saya meninggal karena kanker payudara tahun lalu ketika saya memulai proyek kanker payudara. Saya terkejut.
Kesadaran ini menjadi pemicu untuk memulai sebuah proyek kanker payudara di Kenya. Saya menyadari bahwa dengan informasi, para perempuan menjadi lebih siap untuk menjaga kesehatan diri mereka sendiri dan melakukan pemeriksaan secara teratur.
Apa yang Dilakukan Brenda dengan Know Your Lemons
“Proyek Kanker Payudara Brenda” telah memberikan edukasi kepada 200 anak laki-laki dan perempuan, 40 penyintas dan pasien kanker, serta 40 pengusaha perempuan. Brenda memulai kegiatannya di Rangwe, sebuah sekolah menengah campuran di Kabupaten Homabay, Desa Rangwe. Di sana, ia membagikan cangkir menstruasi dan mengadakan sesi penyuluhan kesadaran kanker dengan tujuan menciptakan program kesehatan di sekolah tersebut. Di sebagian besar desa di Kenya, membicarakan sistem reproduksi, seks, atau kanker masih dianggap tabu. Sebagian besar anak laki-laki dan perempuan muda belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang kesehatan atau pengelolaan menstruasi. Upaya Brenda berbuah program kesehatan untuk mendidik anak-anak laki-laki dan perempuan di dalam dan sekitar sekolah.
Brenda sedang mengajar anak-anak sekolah di Desa Rangwe.
Brenda menempuh pendidikan di Rumah Sakit Umum Jaramogi Oginga Odinga di Kota Kisumu, bekerja sama dengan Beyond Cancer Foundation, sebuah organisasi berbasis masyarakat yang memberikan dukungan emosional kepada pasien kanker dan penyintas kanker. Ia memberikan prostesis rajutan kepada para anggota organisasi tersebut serta menyelenggarakan lokakarya tentang cara melakukan pemeriksaan mandiri menggunakan poster "Know Your Lemons".
Momen Penting:
Setelah memperlihatkan poster "Know Your Lemons" kepada sekelompok 40 pengusaha wanita, tiga di antaranya menjelaskan bahwa mereka merasakan benjolan tetapi tidak tahu apa itu. Mereka kemudian menjalani pemeriksaan di rumah sakit setempat dan mengetahui bahwa benjolan tersebut ternyata adalah tumor yang memerlukan penanganan segera.
Dalam proses mengajarkan kesehatan menstruasi, Brenda mengetahui bahwa kanker payudara telah menjadi masalah besar di Kenya. “Banyak kasus yang terdiagnosis terlambat, salah diagnosis, dan sebagian orang tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke rumah sakit karena tidak memiliki kemampuan finansial untuk melakukannya. Saya kehilangan bibi saya karena kanker payudara, tetapi saya tidak tahu bahwa dia meninggal karena kanker payudara. Ini adalah hal yang tabu dan dulu tabu untuk dibicarakan... Saya baru mengetahui bahwa bibi saya meninggal karena kanker payudara tahun lalu ketika saya memulai proyek kanker payudara. Saya terkejut.”
Inilah yang mendorong Brenda bergabung dengan Know Your Lemons sebagai sarana untuk melakukan edukasi di Kenya, “Saya menyadari bahwa dengan informasi, para perempuan menjadi lebih siap untuk menjaga kesehatan diri mereka sendiri dan memeriksakan diri tepat waktu.”
Brenda bersama kelompok Wirausaha Perempuan sedang memegang poster "Kenali Gejala Kanker Payudara". Pada sesi inilah tiga orang perempuan mengetahui bahwa mereka mengalami gejala kanker payudara.
Situs web yayasan Brenda dapat diakses di sini: chanceateducation.nl
