Januari Pendidik Bulan Ini
Ahli kebersihan gigi Christina Rauber menemukan benjolan di payudaranya saat sedang mandi pada Hari Ibu. “Baru setelah saya melihat kampanye Know Your Lemons pasca diagnosis saya, saya menyadari bahwa saya memiliki lebih banyak tanda dan gejala selain sekadar benjolan. Seandainya saja saya tahu hal ini lebih awal. Inilah alasan saya menjadi Pendidik Global Know Your Lemons—lebih banyak perempuan perlu mengetahui 12 gejala ini dan cara mendeteksinya sedini mungkin.”
Christina memperoleh sertifikasi sebagai pendidik KYL pada November 2020, dan dalam waktu beberapa bulan saja ia telah mengajar 500 siswa secara daring dari rumahnya di New York—sambil menjalani perawatan kemoterapi. Semangat Christina untuk meningkatkan deteksi dini tidak pernah surut, dan jejaknya di komunitas kesehatan payudara semakin berkembang setiap hari. Berikut kisahnya:
“Sebagai seorang ahli kebersihan gigi, tugas saya adalah merawat pasien dan kesehatan mulut mereka. Melalui pekerjaan ini, saya berhasil menjalin hubungan baik dengan pasien-pasien saya, dan tanpa disadari, mereka mempercayakan kepada saya berbagai aspek kehidupan mereka, bukan hanya soal gigi saja.”
Saya telah belajar banyak tentang pasien-pasien saya yang menghadapi berbagai tantangan dalam hidup, seperti diagnosis kanker. Kami memperbarui riwayat medis setiap pasien setiap jam, dan sayangnya, diagnosis kanker muncul pada beberapa di antaranya. Ada satu pasien yang selalu menonjol bagi saya. Dia adalah seorang wanita muda berusia 30-an (saya saat itu berusia akhir 20-an) yang memperbarui riwayat medisnya dan dia telah menandai bahwa dia didiagnosis menderita kanker payudara. Saya terkejut, kami berdua terkejut. Jadi kami duduk di sana membicarakan diagnosisnya dan apa yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Dia berbagi kisahnya tentang bagaimana dia secara kebetulan menemukan benjolan itu saat mandi.
Cerita itu terus terngiang di benakku. Sejak saat itu, aku jadi lebih rajin memeriksa payudaraku. Apakah aku tahu apa yang harus aku periksa? Tidak. Tapi setidaknya aku berusaha secara sadar untuk lebih memperhatikan payudaraku.
Beberapa tahun kemudian. Hari itu Hari Ibu dan aku sedang mandi. Entah kenapa, saat mencuci bagian tubuh tertentu, aku jadi memeriksa payudara kiriku lagi. Rasanya berbeda. Apakah aku merasakan “ganjalan” saat menggosok bagian itu? Apakah itu benjolan? Tidak. Mungkin hanya otot saja, atau mungkin aku sebentar lagi haid. Lalu aku sadar, tunggu, aku tidak sebentar lagi haid. Hmmm. Saya memanggil suami saya yang ada di lantai atas untuk memastikan bahwa saya tidak hanya membayangkan saja. Melihat raut wajahnya saja sudah membuat saya sadar bahwa saya perlu memeriksakan hal ini.
Ingat, kita sedang berada di tengah pandemi. Saya belum kembali bekerja (awalnya dianggap bukan pekerjaan esensial) dan klinik-klinik dokter agak enggan menerima pasien kecuali dalam keadaan darurat. Yah, begitulah. Tubuh saya. Keadaan darurat saya. Untungnya saya bisa diperiksa dan ternyata itu memang benjolan.
Lompat ke depan. Saya didiagnosis menderita kanker payudara HER2+. Hanya payudara kiri. Stadium 2, Tingkat 3. Seandainya benjolan itu hanya sedikit lebih besar—sekitar satu mikron saja—saya pasti sudah masuk ke Stadium 3. Begitu saja, dunia saya terbalik. Sejak saat itu, tanpa disadari, saya sudah mulai memberi edukasi kepada orang lain sejak hari pertama. “Beginilah rasanya benjolan itu.” Saya ingin menceritakan dan menunjukkan kepada orang lain, dan saat saya memulai pengobatan, saya terus-menerus meneliti dan membaca tentang kanker payudara. Saat itulah saya menemukan Know Your Lemons! Dan akhirnya semuanya menjadi jelas.
Saya dapat mendidik lebih banyak orang dan menawarkan lebih banyak metode pengajaran kepada orang lain.
Semakin saya mempelajari KYL, saya menyadari bahwa saya memiliki begitu banyak tanda dan gejala lainnya, dan betapa saya berharap tahu tentang KYL lebih awal.
Ketika saya menerima tali pengikat KYL Global Educator, itu benar-benar menjadi puncak kebahagiaan. Bola kayu berwarna merah muda itu... yang melambangkan bagaimana rasanya benjolan yang ditemukan secara tak sengaja... itulah saya. Itulah benjolan saya. Saya tahu betul bahwa KYL adalah tempat yang tepat bagi saya untuk ikut serta dan menyebarkan kesadaran tentang kesehatan payudara serta pentingnya pemeriksaan mandiri.
Dan kini, setelah menjalani 6 siklus kemoterapi intensif, mastektomi ganda, dan pemasangan ekspander payudara, saya masih harus menjalani 12 siklus kemoterapi bertarget lagi (dari total 14 siklus) serta operasi penggantian ekspander. Namun, saya merasa baik-baik saja dan siap untuk terus menjalani apa yang disebut kehidupan ini.
KYL telah memberi saya semangat ekstra untuk tetap bersemangat dan terus mendidik.
“Sekarang saya bisa membawa semua perlengkapan yang telah diberikan kepada saya ke tempat kerja dan membantu pasien saya dengan lebih baik lagi. Tidak hanya dalam hal perawatan gigi dan kesehatan secara umum, tetapi juga perawatan payudara. Bersiaplah, dunia kedokteran gigi, saya akan menggabungkan kesehatan gigi dan payudara!”
Christina, kami sangat senang Anda bergabung bersama kami untuk mewujudkan misi kami dalam mendeteksi dini kanker payudara. Terima kasih atas segala upaya Anda dalam mengedukasi masyarakat dan mengubah persepsi tentang kanker payudara menjadi lebih baik!
